Rabu, 08 April 2020

IMAN DAN PERBUATA

Renungan Kamis, 09 April 2020

IMAN DAN PERBUATA


Menurut Ibrani 11 : 1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Iman itu tidak kelihatan, tapi meskipun demikian iman juga adalah sebuah bukti, sebab itu dia ada.

Yakobus 2 ; 18
Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.

Kalau ada orang yang selalu ketakutan, penuh kekuatiran, dan perkataan yang negatif, dan pesimis, maka patut dipertanyakan apakah orang tersebut memiliki iman.

Sebab, ketika seseorang itu dipimpin oleh damai sejahtera, itu menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki iman.

Kalau memang ada iman, seharusnya hidup, tindakan, dan perbuatannya akan menunjukkan cara hidup seperti orang yang memiliki iman. Perbuatan dan iman harus berjalan bersamaan.

Tubuh tanpa roh adalah mati. Body without spirit is DEATH.

Orang yang mengklaim dirinya Kristen, pengikut Kristus, tapi dia hidup dalam ketidaktaatan yang disengaja kepada Kristus, imannya itu palsu dan dia tidak selamat.

Contoh sikap beriman adalah, pada saat ketika ada firman disampaikan seharusnya kita tetap menerimanya, dan menghargai, karena firman yang disampaikan itu, tanpa memandang siapa yang menyampaikannya.
Jangan tutup hati kita, hanya karena faktor siapa orang yang sedang berkhotbah.

Sebaliknya, orang yang murtad adalah orang yang sudah mengenali kasih karunia Tuhan, tapi sengaja menolak, dan menentangnya.

Sikap orang beriman selanjutnya adalah, kalau kita mengaku sudah terbiasa berdoa, memuji, menyembah Tuhan; namun tiba-tiba kita tidak melakukannya, seharusnya ada kekosongan dalam hidup kita.

Kalau kita seketika lamanya menjauh dari hadirat Tuhan, menjauh dari ibadah, semestinya kita harus gelisah. 
Dan, kalau kita berada di dalam satu tempat dan situasi yang tidak semestinya kita berada disitu, seharusnya kita merasa tidak nyaman, dan pergi dari tempat tersebut.

Dalam setiap aktivitas rohani, misalnya doa, ibadah, dan pelayanan. Kalau kita tidak punya hubungan pribadi dengan TUHAN, maka segala kegiatan itu akan sia-sia.
Tapi kalau kita melakukannya dengan sebuah kerinduan, dan kasih kepada Tuhan, maka itulah iman.

Matius 7 : 16 - 17
Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.

Tidak mungkin pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik.
Perbuatan kita akan menggambarkan seperti apa iman kita.
Perbuatan kita akan menggambarkan siapakah Yesus dalam hidup kita. 

Pertanyaannya :
Ikan berenang supaya jadi ikan atau ikan berenang karena dia ikan? Kita melakukan firman TUHAN karena memang semestinya kita melakukannya, karena kita diciptakan untuk hal itu.

Jangan sampai kita mengaku sebagai pengikut Kristus, tetapi kita melakukan sesuatu hal yang jelas melanggar firman Tuhan. Bukan seperti itu tujuan keberadaan dan kehidupan kita.

Doa: Bapa, berilah kekuatan kami untuk melakukan iman dalam setiap perbuatan kami. Roh Kudus tuntun kami dengan kuasaMu. Di Dalam Nama Tuhan Yesus, amin

Tuhan Yesus Memberkati. (SA).

Selasa, 07 April 2020

Kasih Setia dan Keadilan Tuhan

Renungan Rabu, 08 April 2020

Kasih Setia dan Keadilan Tuhan

Bacalah Kitab Yesaya 65 : 1 - 10.
Djelaskan bahwa Israel sebagai bangsa pilihan Tuhan, umat kesayangan yang direncanakan Tuhan sebagai kerajaan imam dan bangsa yang kudus, mereka mengakui akan kebesaran dan kemuliaan Tuhan, dosa, dan pelanggaran pasti ada konsekuensi dan hukumannya tetapi mereka percaya bahwa hukuman Tuhan ada batasnya artinya Tuhan akan memberikan pemulihan bagi mereka yang bertobat atau berbalik kembali kepada Tuhan dengan segenap hati.

“Kasih setia dan Keadilan Tuhan" dalam pasal 65 menunjukkan bahwa Allah tahu persis tentang keberadaan orang-orang pilihan (Israel), yang berbuat dosa dan pelanggaran kepada Tuhan akan mendapat hukuman tetapi bagi mereka yang hidup benar akan mendapatkan keselamatan.

1. BUKTI KASIH SETIA TUHAN KEPADA UMAT PILIHANNYA (Ayat 1-2).

Salah satu sifat Tuhan adalah penuh kasih setia, bahkan sekalipun umat pilihan-Nya berubah setia tetapi Ia tetap setia. Bukti kesetiaan Tuhan, dengan diulang beberapa kali ucapan: “Aku telah berkenan …” melalui nabi Yesaya : Aku telah berkenan memberikan petunjuk, Aku telah berkenan ditemukan oleh, Aku telah berkata : Aku ini, Aku ini, dan Aku telah mengulurkan tangan-Ku.

2. BERKAT YANG AKAN DITERIMA OLEH ORANG YANG SETIA KEPADA TUHAN (Ayat 9-10).

* Orang-orang pilihan Tuhan yang akan mewarisi dan tinggal mendiami tempat yang nyaman dan aman.

* Saron menjadi padang rumput bagi domba (ada makanan untuk ternak)

* Lembah Akhor (Lembah kematian) diubah oleh Tuhan menjadi tempat yang penuh dengan damai dan ada kehidupan. 

Doa: Bapa, berikan kami pengertian akan kasih setia, dan keadilanMu, supaya kami tahu bahwa Engkau adalah penguasa atas alam semesta dan kehidupan kami. Di Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Amin

Tuhan Yesus Memberkati.

Senin, 06 April 2020

*BERANI TAMPIL BEDA*

Renungan Selasa, 07 April 2020

*BERANI TAMPIL BEDA*

Ezra 7 : 10
Sebab Ezra telah bertekad untuk *meneliti* Taurat TUHAN dan *melakukannya* serta *mengajar* ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.

Yerusalem dihancurkan oleh tentara Babel pada tahun 587 S.M. dan bangsa Yehuda dibuang ke pengasingan. Bangsa ini melupakan dan bertindak menjauh dari Firman Tuhan.

Mari belajar dari Ezra yang rindu pemulihan dan penuaian jiwa akan terjadi bagi bangsanya, Ezra berani tampil beda, 3 langkah yang dia lakukan adalah :

*1. Meneliti Firman Tuhan.*
Memeriksa (menyelidiki dan sebagainya) dengan cermat, tidak sekedar membaca lalu ketik done dalam Grup  kita. Meminjam kata mazmur Daud, meneliti bisa dilakukan dengan merenungkannya siang dan malam sehingga Ezra paham betul artinya Firman Tuhan, tujuan hidup dan rencana Tuhan bagi bangsanya.

*2. Melakukan Firman Tuhan*
Firman yang sudah tergores di hati Ezra, menjadi pelopor dan teladan dalam menjalankan Firman Tuhan, keimanan dan keyakinannya akan diuji dalam tindakannya.

*3. Mengajarkan Firman Tuhan*
Bagaimana cara Ezra mengajarkan Firman Tuhan bagi bangsanya? Ini yang sering membedakan, langkah pertama Ezra meneliti, langkah kedua melakukan (bukan NATO atau omdo) dan barulah Ezra melakukan langkah ketiga: mengajarkannya. 

Hasilnya luar biasa, terjadi penuaian jiwa dan pemulihan bagi bangsanya. Mereka berbalik kepada Allah yang benar.

Ayo bersatu padu jemaat dan pelayan Tuhan, hamba-hamba Tuhan, berani tampil beda.

- Saat di rumah, manfaatkan WFH menjadi Worship from Home. Tuhan berikan kesempatan dan waktu lebih banyak untuk meneliti Firman Tuhan, memuji dan menyembah.

- Saat badai Covid-19 menerpa, adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita melakukan Firman Tuhan, membagikan kepedulian dan kebaikan bagi sesama. 

- Saat semua di rumah bergelut dengan Hp/laptop, komunikasi melalui internet medsos, WA, Zoom, dll, pakailah dengan cerdas dan kreatif untuk mengajarkan Firman Tuhan, jangan memperkeruh sehingga jemaat ragu meminumnya, Firman Tuhan pastilah menyegarkan jiwa.

Mari kita berani tampil beda. Jangan omdo (omong doang), NATO (not action talk only), tetapi ikuti langkah Ezra meneliti, lakukan, barulah mengajarkan tampilah pada posisi terdepan menjadi teladan dalam keluarga, gereja, tempat pekerjaan/sekolah dan dimanapun kita berada Berani Tampil Beda.

Tuhan Yesus Memberkati shlom.

Minggu, 05 April 2020

SERUAN DALAM KESUSAHAN.


Senin, 06 April 2020

SERUAN DALAM KESUSAHAN 

Mazmur 130 : 1 - 8
1. Nyanyian ziarah. Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2. Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.
3. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4. Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.
5. Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya.
6. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7. Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel! Sebab pada TUHAN ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. 8. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.

Pertengahan bulan Maret, ketika Bapak Presiden Jokowi mengumumkan sudah ada dua kasus positif Korona di Indonesia, keadaan berubah sangat drastis. Perlahan namun pasti, roda perekonomian bergerak melambat, bisnis melesu di hampir semua aspek, program pendidikan yang sudah rapi tersusun seolah ambyar dan berbelok menyesuaikan kondisi, juga indahnya bersekutu bersama teman seiman dirumah Tuhan seolah menjadi kenangan yang masih teringat kuat. Keadaan memang telah berubah, sebagian menjadi baik, sebagian lagi nampak sangat suram. Banyak orang tidak nyaman dan menyukai hal ini tetapi inilah realita kehidupan kita. Bagaimana kita menyikapinya? 

Melalui ayat-ayat di atas pemazmur mengajarkan kita :

*1. Berserulah kepada Allah. (ay 1)* Apapun keadaan kita dan seberapa dalampun kita merasa telah terperosok, namun teruslah berseru kepada Allah karena Ia yang mendengar seruan anak-anakNya. Allah telah mendengar seruan Daud ketika diburu oleh Saul dan bangsa-bangsa lain. Allah juga yang telah mendengar seruan Daniel dari gua singa dan Allah yang sama yang telah melihat dan mengetahui keputus-asaan Paulus ketika Ia di Asia. Kita juga memiliki iman dan pengharapan bahwa Allah yang sama  yang menciptakan langit bumi akan mendengar seruan kita.

*2. Rendahkan hati & berharaplah kepada Tuhan, Ia pasti memberikan pembebasan! (Ay 5-8)* Keadaan yang sulit merupakan alat yang efektif yang Tuhan gunakan untuk mengajar kita penundukkan dan penyerahan diri. 
FirmanNya di 2 Tawarikh 7 : 14 - dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. 

Pemazmur mengharapkan Tuhan lebih dari penjaga mengharapkan pagi. Penjaga mengharapkan pagi adalah gambaran keadaan dimana ia ingin segera keluar dari suasana yang gelap, yang menakutkan dan segala ketidaknyamanannya. Menantikan Tuhan bukan berarti kita berpangku tangan tanpa melakukan apapun tetapi menaruh percaya kita penuh kepada Allah yang hidup sambil melakukan bagian kita yaitu merendahkan hati, mengucap syukur, berdoa dan berpuasa. 

Berbagai peristiwa di Alkitab menunjukkan bahwa berulang kali Isarel berdosa kepada Tuhan, namun ketika mereka merendahkan diri dan memohon ampun, Tuhan menunjukkan kasih setiaNya yg begitu besar dan Ia menyelamatkan mereka. Begitu juga dengan keadaan kita, berulang kali Tuhan sudah menolong kita. Percayalah! Pasti Ia sanggup  menolong kita dalam kesesakan kita.

Doa :
Tuhan terima kasih atas kasih setiaMu yang begitu besar bagi kami semua. Ajar kami tetap setia dalam melakukan FirmanMu dan menantikan uluran tanganMu yang menolong kami dari segala kesesakan kami. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

Jumat, 03 April 2020

ADA KUASA DIDALAM NAMA TUHAN YESUS KRISTUS

Renungan Sabtu, 04 April 2020

Ada kuasa didalam nama Tuhan Yesus Kristus

Memasuki bulan baru yaitu Bulan April 2020, dimana kita memperingati Paskah. 
Saya ingin menggali kembali tentang Kisah perjalanan Tuhan Yesus Kristus dan para murid - Nya. 

Kitab Kisah Para Rasul ditulis oleh Lukas yang juga menulis Kitab Injil Lukas. 
Tema Utama kitab ini adalah Berita tentang Penyebaran Injil oleh Para Rasul Kristus melalui Pengurapan Kuasa dari Roh Kudus.

Roh Kudus menjadi penolong bagi Para Rasul Kristus dan umat Tuhan dalam setiap waktu setiap saat.
Janji Tuhan tidak pernah gagal. 

Melalui Pengurapan Roh Kudus di kamar loteng atas kepada Para murid, Injil bergerak ke  seluruh penjuru Kerajaan/Wilayah Romawi.

 Kerajaan/Wilayah Romawi.
Dan banyak orang yang menjadi percaya dengan melihat tanda heran dan mujizat yang menyertai pelayanan Para Rasul Kristus. 

Salah satunya dikisahkan tentang bagaimana Rasul Petrus yang diurapi Roh Kudus menyembuhkan seorang lumpuh dan khotbahnya di Serambi Salomo memperlihatkan 3000 orang. 
Dari sinilah, Pemberitaan Injil itu dimulai. 
Setelah ini dilakukan, maka atas seijin Tuhan, Rasul Petrus dibawa untuk bersaksi tentang Jalan Kebenaran dan Kehidupan melalui Yesus Kristus Tuhan.

Perikop Pertama :
Petrus menyembuhkan orang lumpuh dalam kuasa Nama Tuhan Yesus Kristus

Sungguh sebuah kisah dan kesaksian yang sangat membuat takjub banyak orang saat ini. 
Di kala kesedihan melanda para murid, dan cacian makian serta ejekan dari orang-orang Yahudi karena Yesus telah mati (menurut kebanyakan orang Yahudi), maka pemberitaan Jalan Kebenaran akan terhenti. Mujizat akan terhenti. Kuasa Tuhan akan terhenti.
Woooww.... ternyata tidak. 
Injil Kristus Jalan Kebenaran malah menjadi tersebar, Mujizat semakin banyak terjadi dan Kuasa Tuhan terus tersebar semakin luas.

Justru dalam goncangan dan masalah, sebenarnya Tuhan ingin menunjukan Kuasa dan Kemuliaan-Nya.

Orang yang lumpuh sejak lahir sudah diketahui keberadaannya oleh keluarganya, tetangganya dan banyak orang melihat karena pekerjaannya meminta - minta sedekah. 

Tuhan Yesus pakai orang lumpuh ini, seperti Ia menyembuhkan Bartimeus si pengemis buta sejak lahir. 

Yesus pernah juga memakai pola yang sama pada saat menyembuhkan orang yang lumpuh yang berada di tepi kolam Bethesda/Siloam : 

1. Yesus tergerak oleh belas kasihan untuk menolong orang yang lumpuh itu. Begitu pun Petrus saat menghampiri orang yang lumpuh itu (Petrus tergerak oleh belas kasihan Tuhan).

2. Percaya kepada Tuhan Yesus dan Firman - Nya. --> Rasul Petrus berbicara tentang Sang Pemberi kehidupan / Firman Tuhan. 

Kisah Para Rasul 3 : 6
Tetapi Petrus berkata : Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!"

Bicarakan Firman Tuhan, maka Engkau akan sembuh.

Maka bukan hanya mujizat kesembuhan, bahkan Pemberitaan Injil dari kesaksian si orang lumpuh yang telah disembuhkan, membuat orang - orang yang lainnya pun menjadi takjub kepada Kuasa Roh Kudus.
Pemberitaan injil tersebar kepada banyak orang.

Kondisi hari - hari ini : 
Ditengah - tengah mewabah nya Virus Corona yang membuat takut banyak orang dan menimbulkan korban jiwa.
Ini waktunya kita mendemonstrasikan Kuasa Roh Kudus, melalui Doa- doa kita didalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Bicarakan Firman Tuhan, kepada banyak orang melalui status kita, pesan WA, WA Call, Zoom Cloud Meeting dll agar banyak orang menerima Kehidupan--> Speak: Life in the name of Jesus Christ for Nazareth.

Perikop kedua :
Khotbah Petrus
Selaras dengan apa yang telah Roh Kudus nyatakan di perikop awal. 
Roh Kudus menuntun Rasul Petrus yang diikuti oleh banyak orang (dipelopori oleh orang lumpuh yang telah disembuhkan Tuhan).
Maka hadir 3000 orang mendengar Khotbah Salomo. 
Khotbah singkat namun penuh kuasa karena Roh Kudus mengurapi Rasul Petrus.

Kisah Para Rasul 3 : 12 - 26
Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? 
Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. 
Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. 
Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.
Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.
Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.
Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.
Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, 
agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.
Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.
Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 
Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. 
Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini.
Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 
Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Isi Khotbah ini sangat mendalam.
Intinya adalah Rasul Petrus memberitakan kesaksian tentang Tuhan Yesus Kristus adalah satu - satunya Juru Selamat Umat manusia dan setiap manusia harus bertobat.

3000 orang bertobat...Woooww...betapa dasyat nya Roh Kudus menjamah hati setiap orang yang mendengar nya.

Terimakasih Tuhan Yesus buat kekuatan yang baru dan pemahaman akan Firman Mu.

Tuhan Yesus Memberkati.

PERTOLONGAN KITA ADALAH DALAM NAMA TUHAN

Renungan Jumat, 03 April 2020

PERTOLONGAN KITA ADALAH DALAM NAMA TUHAN.

Mazmur 124 : 1 - 8
Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita,  - biarlah Israel berkata demikian -  jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. 
Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 
Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! 
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."

Mazmur 124 ini merupakan  ajakan untuk bersyukur atas pertolongan TUHAN dan juga merupakan ajakan untuk  senantiasa berharap  menantikan pertolongan TUHAN. 

Mengapa kita harus berharap, menantikan dan bersyukur atas pertolongan TUHAN?  Karena ayat 1,2 berkata, "karena Tuhan yang memihak kepada kita". 

Kita layak mengharapkan pertolongan TUHAN itu akan tiba dan nyata, karena TUHAN berkenan kepada umat-Nya, kepada kita. 

Ketika ada sesuatu yang jahat yang hendak mencelakai kita, ketika ada yang memfitnah kita dan bersaksi dusta tentang kita. Hendak merancangkan yang buruk tentang hidupmu, pekerjaanmu, pelayananmu dan masa depanmu, - tetapi karena TUHAN ada di pihak kita; karena TUHAN ada beserta kita, berada di sisi kita, dan membela kita, maka TUHAN mau menolong kita. TUHAN akan meluputkan semua yang jahat itu dari hidup kita! 

Pertanyaannya adalah mengapa TUHAN mau memihak kita? Mengapa TUHAN mau berada di sisi kita? Apakah yang kita lakukan sehingga TUHAN ada beserta kita? 

1. Saleh di hadapan Allah dan benar di hadapan manusia

Kisah Para Rasul 10 : 2 - 4
Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau."

Segala kesalehan kita di dalam mengikut TUHAN, dalam melayani TUHAN dan pekerjaan-Nya, bahkan segala perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang-orang, itu diperhitungkan oleh TUHAN! 
Itu adalah sebagai "pengingat" bagi TUHAN. 

Ketika TUHAN mengingat kita maka TUHAN pasti akan menolong kita. 

2. Percaya dan Bertindak

2 Raja-raja 5 : 13 - 14
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir."

Dalam menanti-nantikan pertolongan TUHAN, kita harus tetap percaya dan  memegang teguh iman pengharapan. Iman dan pengharapan yang saya maksud bukanlah lagi soal: "kepercayaan bahwa TUHAN akan menolong!" Bukan soal itu. 

Kita percaya bahwa TUHAN pasti menolong kita dan membela kita. Itulah janji-Nya! 

Iman percaya yang saya maksud adalah bahwa: seperti apa pun, seberapa pun, dan bagaimana pun jawaban pertolongan TUHAN kepada kita; kita harus percaya bahwa jawaban itulah yang tepat dan benar. Pas, tidak kurang tidak lebih. 

Mengapa? Karena seringkali ketika kita berdoa dan TUHAN menjawab, apa jawaban yang diberikan TUHAN itu berbeda dengan harapan dan pikiran kita. Padahal jawaban TUHAN itu, (sering tidak cocok dengan pikiran manusiawi), ketika kita taati dan lakukan, adalah jalan keluar dan jalan pertolongan. 

Ketika Naaman pada akhirnya mau taat membenamkan dirinya di sungai Yordan, maka saat itulah dia dipulihkan. 

3. Jangan meragukan TUHAN

Roma 4 : 18 - 21
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan".

Jangan bimbang dan ragu kepada TUHAN. Mari memperkuat iman kita dan memuliakan TUHAN di dalam doa-doa, pembacaan Alkitab, dan dalam persekutuan pribadi dengan-Nya. 

Doa :
Tuhan, berikanlah kepada kami ketekunan untuk dapat terus berharap dan percaya kepada-Mu, bahwa pertolongan-Mu itu segera nyata dan tidak ditunda-tunda lagi. 
Kuatkan dan teguhkanlah hati kami, meskipun secara pikiran dan pandangan manusiawi kami terbatas memahami semuanya ini, namun Engkau tidak terbatas dan berkuasa melaksanakan apa yang Engkau janjikan, yaitu pemulihan dan pertolongan. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 01 April 2020

*Dalam kesesakan, mereka diselamatkan-Nya*

Renungan Kamis, 02 April 2020

*Dalam kesesakan, mereka diselamatkan-Nya*

Mazmur 107 - 108

Mazmur 107 : 17 - 22
Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. 
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai !

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita supaya hari demi hari terus dikuat oleh kuasa dan firman-Nya.

Kita bisa menjadi sakit karena kelakuan dan dosa yang kita perbuatan. Mewabahnya covid 19 dan krisis ekonomi yang timbul pasti ada maksud Tuhan atas kita. 
Apa yang harus kita lakukan pada saat kita menghadapi masalah?
1. BERSERULAH KEPADA TUHAN. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Yang berseru kepada Tuhan pasti diselamatkan. 

2. DENGARKANLAH FIRMAN TUHAN. Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.
Dari Firman-Nya kita bisa mengalami kesembuhan Dan pemulihan. Tahun ini tahu PHE: artinya "memperkarakan" *Kesembuhan dan pemulihan terjadi ketika kita memperkatakan Firman Tuhan secara konstan dan terus menerus...* 

3. SELALU MENGUCAP SYUKUR. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. 
Naikan Ucapan syukur senantiasa karena Dia, Tuhan yg mengatur seluruh kehidupan kita. Sekarang bukan saatnya kita takut, mengeluh, mengkritik dan nyinir. Bukan, tapi kita harus bersyukur. Firman Tuhan berkata mengucap syukur dalam segala hal, artinya baik atau buruk situasi yang kita hadapi tetap mengucap syukur.

Kita percaya Tuhan Yesus sangat baik bagi kita. Untuk segala sesuatu ada masanya dan segala sesuatu indah pada waktunya. 

Doa :
Tuhan, Bapa di Surga, kami bersyukur kepada Mu, hari ini kami menyatakan bahwa Engkau sepenuhnya mengendalikan kehidupan kami. Situasi dan kondisi dalam kehidupan kami ada di dalam tangan Tuhan. Sekalipun situasi seperti saat ini sangat menakutkan tapi kami tahu Tuhan Yesus ada berserta kami sehingga kami diberi kekuatan untuk menghadapi masalah apa pun juga, dan kami meraih kemenangan. Di dalam Nama Tuhan Yesus, Amin.

Tuhan Yesus Memberkati