Jumat, 03 April 2020

PERTOLONGAN KITA ADALAH DALAM NAMA TUHAN

Renungan Jumat, 03 April 2020

PERTOLONGAN KITA ADALAH DALAM NAMA TUHAN.

Mazmur 124 : 1 - 8
Nyanyian ziarah Daud. Jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita,  - biarlah Israel berkata demikian -  jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita; maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir melingkupi diri kita, maka telah mengalir melingkupi diri kita air yang meluap-luap itu. 
Terpujilah TUHAN yang tidak menyerahkan kita menjadi mangsa bagi gigi mereka! 
Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! 
Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi."

Mazmur 124 ini merupakan  ajakan untuk bersyukur atas pertolongan TUHAN dan juga merupakan ajakan untuk  senantiasa berharap  menantikan pertolongan TUHAN. 

Mengapa kita harus berharap, menantikan dan bersyukur atas pertolongan TUHAN?  Karena ayat 1,2 berkata, "karena Tuhan yang memihak kepada kita". 

Kita layak mengharapkan pertolongan TUHAN itu akan tiba dan nyata, karena TUHAN berkenan kepada umat-Nya, kepada kita. 

Ketika ada sesuatu yang jahat yang hendak mencelakai kita, ketika ada yang memfitnah kita dan bersaksi dusta tentang kita. Hendak merancangkan yang buruk tentang hidupmu, pekerjaanmu, pelayananmu dan masa depanmu, - tetapi karena TUHAN ada di pihak kita; karena TUHAN ada beserta kita, berada di sisi kita, dan membela kita, maka TUHAN mau menolong kita. TUHAN akan meluputkan semua yang jahat itu dari hidup kita! 

Pertanyaannya adalah mengapa TUHAN mau memihak kita? Mengapa TUHAN mau berada di sisi kita? Apakah yang kita lakukan sehingga TUHAN ada beserta kita? 

1. Saleh di hadapan Allah dan benar di hadapan manusia

Kisah Para Rasul 10 : 2 - 4
Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau."

Segala kesalehan kita di dalam mengikut TUHAN, dalam melayani TUHAN dan pekerjaan-Nya, bahkan segala perbuatan baik yang kita lakukan kepada orang-orang, itu diperhitungkan oleh TUHAN! 
Itu adalah sebagai "pengingat" bagi TUHAN. 

Ketika TUHAN mengingat kita maka TUHAN pasti akan menolong kita. 

2. Percaya dan Bertindak

2 Raja-raja 5 : 13 - 14
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: "Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir." Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir."

Dalam menanti-nantikan pertolongan TUHAN, kita harus tetap percaya dan  memegang teguh iman pengharapan. Iman dan pengharapan yang saya maksud bukanlah lagi soal: "kepercayaan bahwa TUHAN akan menolong!" Bukan soal itu. 

Kita percaya bahwa TUHAN pasti menolong kita dan membela kita. Itulah janji-Nya! 

Iman percaya yang saya maksud adalah bahwa: seperti apa pun, seberapa pun, dan bagaimana pun jawaban pertolongan TUHAN kepada kita; kita harus percaya bahwa jawaban itulah yang tepat dan benar. Pas, tidak kurang tidak lebih. 

Mengapa? Karena seringkali ketika kita berdoa dan TUHAN menjawab, apa jawaban yang diberikan TUHAN itu berbeda dengan harapan dan pikiran kita. Padahal jawaban TUHAN itu, (sering tidak cocok dengan pikiran manusiawi), ketika kita taati dan lakukan, adalah jalan keluar dan jalan pertolongan. 

Ketika Naaman pada akhirnya mau taat membenamkan dirinya di sungai Yordan, maka saat itulah dia dipulihkan. 

3. Jangan meragukan TUHAN

Roma 4 : 18 - 21
Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan".

Jangan bimbang dan ragu kepada TUHAN. Mari memperkuat iman kita dan memuliakan TUHAN di dalam doa-doa, pembacaan Alkitab, dan dalam persekutuan pribadi dengan-Nya. 

Doa :
Tuhan, berikanlah kepada kami ketekunan untuk dapat terus berharap dan percaya kepada-Mu, bahwa pertolongan-Mu itu segera nyata dan tidak ditunda-tunda lagi. 
Kuatkan dan teguhkanlah hati kami, meskipun secara pikiran dan pandangan manusiawi kami terbatas memahami semuanya ini, namun Engkau tidak terbatas dan berkuasa melaksanakan apa yang Engkau janjikan, yaitu pemulihan dan pertolongan. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati.

Rabu, 01 April 2020

*Dalam kesesakan, mereka diselamatkan-Nya*

Renungan Kamis, 02 April 2020

*Dalam kesesakan, mereka diselamatkan-Nya*

Mazmur 107 - 108

Mazmur 107 : 17 - 22
Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka, disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur. 
Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai !

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kita supaya hari demi hari terus dikuat oleh kuasa dan firman-Nya.

Kita bisa menjadi sakit karena kelakuan dan dosa yang kita perbuatan. Mewabahnya covid 19 dan krisis ekonomi yang timbul pasti ada maksud Tuhan atas kita. 
Apa yang harus kita lakukan pada saat kita menghadapi masalah?
1. BERSERULAH KEPADA TUHAN. Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Yang berseru kepada Tuhan pasti diselamatkan. 

2. DENGARKANLAH FIRMAN TUHAN. Disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.
Dari Firman-Nya kita bisa mengalami kesembuhan Dan pemulihan. Tahun ini tahu PHE: artinya "memperkarakan" *Kesembuhan dan pemulihan terjadi ketika kita memperkatakan Firman Tuhan secara konstan dan terus menerus...* 

3. SELALU MENGUCAP SYUKUR. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia. 
Naikan Ucapan syukur senantiasa karena Dia, Tuhan yg mengatur seluruh kehidupan kita. Sekarang bukan saatnya kita takut, mengeluh, mengkritik dan nyinir. Bukan, tapi kita harus bersyukur. Firman Tuhan berkata mengucap syukur dalam segala hal, artinya baik atau buruk situasi yang kita hadapi tetap mengucap syukur.

Kita percaya Tuhan Yesus sangat baik bagi kita. Untuk segala sesuatu ada masanya dan segala sesuatu indah pada waktunya. 

Doa :
Tuhan, Bapa di Surga, kami bersyukur kepada Mu, hari ini kami menyatakan bahwa Engkau sepenuhnya mengendalikan kehidupan kami. Situasi dan kondisi dalam kehidupan kami ada di dalam tangan Tuhan. Sekalipun situasi seperti saat ini sangat menakutkan tapi kami tahu Tuhan Yesus ada berserta kami sehingga kami diberi kekuatan untuk menghadapi masalah apa pun juga, dan kami meraih kemenangan. Di dalam Nama Tuhan Yesus, Amin.

Tuhan Yesus Memberkati

Selasa, 31 Maret 2020

*Overcoming Problems with God*

Renungan 
Rabu, 01 April 2020

*Overcoming Problems with God*
"Mengatasi Masalah bersama dengan Tuhan"

2 TAWARIKH 20 : 1 - 37

Cerita terkenal tentang Raja Yosafat, menggambarkan salah satu pertempuran epik terbesar dalam sejarah Israel. Raja Yosafat mendapatkan kabar dari sahabatnya bahwa tentara laksar yang besar sedang datang dari sebrang untuk berperang melawannya, dan kitab tawarikh menceritakan bahwa yang datang untuk menyerang itu terdiri dari 3 bangsa (Moab, Amon dan Meunim) v.1, dan semuanya itu jaraknya tidaklah jauh, hanya di sebrang Laut Asin, dan terlihat bahwa *kemungkinan Raja Yosafat menang itu sangatlah tidak mungkin :*

Cerita ini sangat relavant dalam kehidupan kita semua hari2x ini, *karena setiap dari kita pasti berjumpa dengan peperangan* : *Financial, Spiritual, Material, Relationship, Kesehatan* , dan lain sebagainnya yang kita hadapi setiap hari-nya. Tuhan menaruh cerita Raja Yosafat didalam alkitab, untuk menggambarkan beberapa prinsip yang dapat kita pelajari agar kita dapat menang didalam setiap peperangan yang kita hadapi. 

*1. MENGENALI MUSUH KITA*
v.1 "Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim."
2 Tawarikh 20 diawali dengan prinsip mengenali siapa musuh kita, mungkin ini kedengarannya hal yang biasa; namun sebenarnya tidak, karena banyak orang yang tidak tahu siapa musuh mereka.

Mereka ber-fikir musuh mereka adalah seseorang yang berusaha untuk mengambil didalam kehidupan mereka : *PEKERJAAN, KELUARGA, HARTA* , dan lain sebagainya. akan tetapi *MUSUH TERBESAR* yang sering kita hadapi dan tidak kita sadari adalah *SIKAP KITA SENDIRI*

Bukan *SITUASI* yang membuat kita jatuh, tetapi *RESPON kita kepada SITUASI* yang sering membuat kita salah melangkah.

*2. MENGENALI KEKURANGAN KITA*
v.12 "Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

Yosafat menjadi takut ketika dia berhadapan dengan yang situasi yang berat, namun sewaktu dia mengenali musuhnya dan mengambil respon yang benar yaitu *BERSERU KEPADA TUHAN*, maka berikutnya *RAJA YOSAFAT MENGENALI KEKURANGANNYA* dalam berperang.

Hanya ada 1 jenis manusia yang Tuhan tidak akan pernah tolong = Seseorang yang merasa dirinya tidak perlu pertolongan. Sewaktu kita mengakui dan mengenali kekurangan kita, Tuhan akan bekerja mendatangkan kekuatan.

*3. BERSERAH KEPADA TUHAN*
v.15 "dan berseru: "Camkanlah, hai seluruh Yehuda dan penduduk Yerusalem dan tuanku raja Yosafat, beginilah firman TUHAN kepadamu: *Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini,* sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah."

BERSERAH adalah kata yang TIDAK POPULAR, Karena memiliki persamaan kata dengan KALAH; dan tidak ada satu-pun dari kita yang mau ‘kalah’. Kata berserah/menyerah berarti mengakui bahwa kita kalah entah itu didalam peperangan, game atau-pun suatu pertandingan, yang akhirnya kita harus mengakui bahwa yang mengalahkan kita lebih ‘kuat’.

*Doa :*
Tuhan Yesus, aku percaya bersama dengan-Mu aku akan terus belajar mengenal musuh-ku dan kekuranganku sehingga aku dapat terus berserah kepadaMu dan mengucap syukur. BersamaMu aku pasti bisa mengatasi setiap masalah. Amin.

Tuhan Yesus Memberkati

SEORANG PENABUR

SEORANG PENABUR


MATIUS 13:1-9
 Dalam pelajaran Firman TUHAN tentang Kandil emas ini,kita mendapatkan pelajaran tenatng bagian dari KANDIL emas itu tentang bagian dari KANDIL itu yaitu tentang KELOPAK TOMBOL dan BUNGA..diatas bunga badam itulah diletakan lampu yang menyala,ini bagaikan BUAH dari KANDIL.
Artinya setiap anak TUHAN,harus meng hasilkan buah,jadi seperti tanaman yang diha rapkan oleh petani hanyalah buah dari hasil tanamannya.
Jika benih FA itu bisa kita terima,maka hasilnya adalah kita bisa mencapai hidup yang sebenarnya, karena FA itu adalah benih yang kekal(1 Petrus 1:23).
Matius 13:1-9.
Ay.9…Siapa yang bertelinga…
Ini berati kita harus mendengarkan jika untuk berbuah,karena benih yang tertaburkan adalah Firman TUHAN,jadi janganlah kita mempunyai anggapan bahwa tidak ibadah itu tidak apa-apa, karena bagaimana kita bisa mendengar FA jika tidak beribadah,sedangkan bagi yang mendengar saja banyak yang harus diperjuangkan apalagi yang tidak mendengar!!!!
Dari pembacaan kita maka yang harus kita perjuangkan adalah:
1.       Benih jatuh dijalan:inilah hati yang seperti jalan,tidak mungkin bisa disinggahi oleh FA,karena hatinya  seperti jalan,entah mela yang kemana kosentrasinya,tidak terfokus ke FA,jadi FA itu dimakan burung (iblis) sehing ga sipendengar (Jemaat tidak akan menga lami perubahan apa-apa.
2.       Tanah yang berbatu:adalah hati yang banyak terkotori oleh batu sandungan, baik sesama jemaat atau mungkin dengan gembalanya, lalu ada iri hati,sakit hati,jika hal ini terjadi, maka FA itu hanya akan bertumbuh sebentar saja,hanya sesaat sipendengar FA itu merasakan FA,tetapi tidak masuk kedalam, karena terbantun dengan batu-batu yang ada,orang yang demikian tidak akan kuat saat menghadapi cobaan,malah bisa tidak bersedia kegereja lagi atau dikatakan murtad.
3.       Semak duri…hati yang penuh dengan kekuatiran dan tipu daya kekayaan, Inilah hati yang hanya gembira saat digereja saja,saat mendengar FA,tapi begitu ingat tentang kebutuhan,maka kembali kekuatiran itu lebih mengu asainya,padahal jika kita percaya sepenuh hati kepada FA yang merupakan pribadi TUHAN sendiri,maka FA itu sanggup mengadakan apa yang kita perlukan(1 Petrus 5:7-11).
Dalam mengahdapi persoalan memang perlu iman yang teguh(artinya;percaya kepada FA dengan sepenuh hati).
Iblis memang cerdik,sehingga jika kita ada ke kuatiran, maka iblis ingin menggunakan kesem patan untuk mengalihkan kita dari FA yang bekuasa.
Kekuatiran itu hanya sementara,dan Matius 6:33-34….Jika kita mengutamakan  mencari kerajaan Allah dan kebenarannya,maka apa yang kita kuatir kan(sebab manusia yang dikuatirkan biasanya, makanan ,minuman dan pakaian) sebenarnya hanya dicari oleh orang yang tidak mengenal TUHAN,tetapi bagi kita anak TUHAN,tidaklah demikian, karena kita percaya apa yang diperlukan oleh anak-anakNYA,pasti disediakan oleh Bapa yang baik.
4.       Tanah yang subur…hati yang terbebas kan dari halangan 1-3,hati yang disucikan oleh FA,diisnilah  FA itu ber tumbuh dan ber buah, inilah hati yang bersedia ditempa oleh FA,artinya hati yang menaruh harap kepada FA,sehingga berbuah berlipat ganda.
Kejadian 26:1-5.
Saat kelaparan sedang melanda negeri yang ditinggali oleh Ishak,maka Ishak berencana untuk pindah mencari makanan,maka oleh FIRMAN TUHAN dilarang, an akhirnya Ishak melakukan seprti apa yang dikatakan oleh FA,dan dalam keadaan saat itu Ishak tetap menabur, inilah hati yang subur,hati yang melakukan apa yang didengar,hasilnya sangat diberkati,menjadi kaya,sangat kaya,semakin bertam bah kaya.
      Marilah kita belajar untuk mendengar FA dengan benar dengan hati yang bersih supaya kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
Tetap semangat Tuhan Yesus Memberkati Shalom 

DALAM YESUS, KITA SANGGUP MENANGGUNG SEGALA SESUATU.


Senen, 30 Maret 2020

DALAM YESUS, KITA SANGGUP MENANGGUNG SEGALA SESUATU

Filipi 4 : 13
Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Orang-orang Kristen di Filipi telah beberapa kali memberikan dukungan keuangan kepadanya di dalam tugas penginjilannya, tetapi mereka kehilangan kontak dengannya di akhir periode pelayanannya. Paulus meyakinkan mereka bahwa ia telah belajar untuk menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan dan menaklukkan keadaannya. Bagaimana Paulus melakukannya? Ia telah mempelajari bahwa kuasa dan kekuatannya berasal dari hubungan pribadinya dan persekutuannya yang bertumbuh bersama Kristus. Tak ada pihak lain selain Dia yang telah menyelamatkannya dan terus menjadi Tuan dan Sahabatnya yang dapat “mencurahkan kuasa” kepadanya dan menjadikan dia kuat untuk menghadapi segala keadaan.

Ayat di atas bisa diartikan dengan perkataan “Di dalam Dia yang memberi kekuatan, saya sanggup menghadapi apa saja.”

1. Kita sanggup menghadapi kesulitan hidup.
Kesulitan hidup itu sungguh nyata. Kita semua menghadapi kesukaran yang mendantangkan penderitaan dan  kesengsaraan, yang tampaknya lebih berat dari pada yang dapat kita tanggung. Akan tetapi, melalui kehidupan Kristus kita memetik sejumlah pelajaran berharga mengenai penderitaan. Juruselamat kita tidak berusaha menghindari penderitaan terbesar dalam hidup-Nya, pergi ke Kalvari. Ia menghadapi kematian-Nya dengan realistis dan memanfaatkannya sebagai suatu sarana untuk mengadakan penebusan bagi dunia. Dengan cara yang sama, kita dapat menemukan kemenangan di dalam penderitaan.
Bagaimana Anda dan saya menghadapi penderitaan yang Tuhan ijinkan untuk kita alami? Apakah ini membuat Anda dan saya menjadi kepahitan atau menjadi lebih baik? Apabila kita memanfaatkan penderitaan dengan cara yang kreatif, penderitaan tersebut dapat menjadi sarana untuk memperdalam karakter kita dan membuat hidup kita lebih bermakna.
Di dalam kekuatan yang dari Kristus, kita sanggup menghadapi penderitaan. Dengan hadirat-Nya di dalam hati kita, kita dapat memahami bahwa penderitaan itu memberikan pengenalan dan belas kasihan. Membuat hidup kita lebih indah. Seorang pelancong di Afrika melihat kupu-kupu tropis raksasa yang sedang berjuang untuk keluar dari kepompong. Ia merasa kasihan, dan dengan pisaunya, ia memotong tali-tali benang yang membelitnya. Kupu-kupu itu dapat keluar dengan aman dan mudah. Namun, kemudian terjadi suatu tragedi besar: semua warna yang indah dan cemerlang itu lenyap! Pergumulan yang berat itu sangat diperlukan untuk memunculkan warna tersebut. Begitu pula warna-warni indah jiwa diperoleh, bukan pada masa yang mudah dan sejahtera, tetapi dalam pergumulan dan di dalam kemenangan atas ujian dan kemalangan.
Kuasa kesusahan, kesulitan, penyakit, kemalangan dan berbagai kuasa penderitaan lainnya tidak dapat bertahan di dalam lingkungan rohani. Ketika kita mengasihi Yesus, mengagumi jalan hidupnya dan tinggal dalam persekutuan yang intim dengan-Nya, kita memiliki kuasa untuk bertahan, mengatasi dan keluar sebagai pemenang. Persekutuan yang intim dengan Kristus ditandai dengan sikap hati kesediaan menerima apa yang mau Tuhan perbuat dan rencana-Nya melalui penderitaan yang kita alami; menyerahkan waktu kita untuk duduk tenang di kaki Tuhan dalam doa dan perenungan Firman sebab di situlah letak kekuatan iman kita. Kuasa Tuhan tidak bekerja dalam hidup orang yang jauh dari persekutuan dengan-Nya, yang tidak memahami kehendak-Nya.

2. Kita sanggup menghadapi kematian dan kekekalan.
Melalui iman kepada Kristus Yesus, kita diselamatkan dan dijauhkan dari kematian kekal. Namun, Kekristenan lebih dari sekedar “jalan keluar dari api” untuk menghindari neraka kekal. Menjadi pengikut Yesus memberikan tujuan arah hidup untuk saat ini. Dengan Kristus hidup di dalam hati kita, kita dapat menikmati kedamaian batin yang mendekati suatu “surga di bumi.” Dosa-dosa kita telah ditebus oleh darah Yesus. Kita telah dibenarkan dari kesalahan dosa kita dan tidak akan menerima penghukuman. Penyakit, penderitaan, aniaya terhadap tubuh jasmani orang percaya hanya mendantangkan kematian dan perpisahan sementara tapi tidak untuk kekekalan. Tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus!

Tuhan hadir dalam dunia kekelaman kita, iman yang tumbuh dari mendengar dan merenungkan Firman memberi kita kekuatan untuk bertahan dalam kesesakan. Iman akan membawa kita masuk ke dalam suatu pengalaman pribadi yang penuh kuasa bersama Kristus, memberi kita anugerah untuk melakukan kehendak-Nya, hidup dalam kasih di tengah penderitaan dan aniaya serta ancaman pandemi virus COVID’19, dan beroleh penghiburan sejati dari Roh Kudus.

Doa :
Bapa, terimakasih untuk teladan hidup para tokoh iman yang telah mempraktekkan kehidupan Kristus dengan nyata. Kami belajar meletakkan dasar iman kami hanya kepada Kristus, perkataan Firman dan Roh Kudus yang tidak pernah meninggalkan kami sedetikpun. Di tengah ancaman maut, wabah virus yang mengamuk di waktu pagi, siang dan malam kiranya kuasa-Mu melingkupi kami, keluarga besar kami, gereja-Mu dan bangsa kami. Lebih dari pada itu, kiranya kuasa-Mu memampukan kami untuk kuat menghadapi semua ancaman hidup, tetap percaya bahwa tidak ada penyakit, penderitaan, aniaya, ancaman virus yang bertahan di dalam hadirat Tuhan. Amin!

Tuhan Yesus Memberkati

BADAI PASTI BERLALU

Renungan Khotbah 
Selasa, 31 Maret 2020

BADAI PASTI BERLALU

Matius 8 : 25 - 26
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa." 
Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Peristiwa di atas menceritakan kepada kita tentang Yesus yang sedang bersama murid-murid-Nya dalam sebuah perahu menuju Gerasa, dan Ia lalu tertidur. Tiba-tiba danau yang tenang bergolak karena angin taufan. Kita dapat membayangkan bagaimana takutnya para murid Yesus menghadapi angin taufan yang datang tiba-tiba dan dengan sikap panik mereka membangunkan Yesus. Mereka takut binasa! Sikap para murid ini berbeda dengan sikap Yesus yang tetap tidur dengan tenang. Mengapa Yesus tetap tenang dan menikmati istirahat-Nya? 
Hanya ada satu sebab yang membuat-Nya bersikap demikian, yaitu karena Ia adalah Tuhan atas alam semesta. Hanya dengan menghardik saja taufanpun reda dan danaupun tenang kembali. 

Luar biasa! Situasipun berubah dari takut yang satu ke takut yang lain. Semula takut binasa kemudian takut kepada sang Guru. Jelas sekarang, bukan murid-murid yang seolah menyadarkan Yesus, tetapi sebaliknya Yesuslah yang menyadarkan murid-murid untuk percaya kepada Yesus bukan hanya sebagai Guru, yang mengajarkan norma-norma spiritualitas tetapi percaya kepada Yesus sebagai Tuhan yang berkuasa atas alam semesta dan semua peristiwa di dunia ini.

Yesus menuntut murid-murid-Nya untuk tidak sekadar mengikut kemana Yesus mengajak mereka pergi. Ia menuntut agar murid-murid-Nya tahu siapa pribadi yang mereka ikuti itu dan percaya sepenuhnya kepada-Nya dalam situasi apapun 

Badai yang datang tanpa tanda-tanda sebelumnya membuat perahu dan penumpangnya berada dalam bahaya serius. Bisa diduga, bahwa dalam ketakutan para murid melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan diri. Maka mereka begitu heran saat melihat Yesus dapat tidur dalam situasi yang membuat mereka panik. Namun Yesus kemudian menenangkan angin dan air yang mengamuk dengan sebuah hardikan. Betapa takutnya para murid ketika melihat Yesus menenangkan badai. Bayangkan, orang yang selalu bersama mereka, ternyata berkuasa atas angin dan air yang mengamuk. Lalu dengan siapa sesungguhnya mereka selama ini berhadapan?

Dalam kisah ini Yesus mau melihat iman para murid. Sayang, Ia tidak menemukannya. Dalam situasi gawat darurat itu, Yesus tidak mengharapkan mereka melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya. Ia hanya ingin agar mereka memercayai Dia. Ironis, mereka malah menegur Yesus karena dianggap tidak punya perhatian untuk mengatasi masalah yang mengancam hidup. Bagi Yesus, kurangnya iman para murid merupakan masalah serius. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak melihat Dia sebagai Anak Allah, Pencipta dan Pemelihara alam semesta.

Mengalami krisis dalam hidup adalah momen untuk melihat iman kita. Di bawah tekanan situasi, kita bisa tahu sampai di mana iman kita kepada Kristus. Iman memang merupakan masalah mendasar bagi murid Kristus karena tanpa iman, orang tidak mungkin berkenan kepada Allah.

Taufan tersebut pastilah cukup keras sehingga membuat nelayan yang berpengalaman dan mengenal keadaan danau itu ketakutan. Ia pun bangun, lalu menghardik air dan angin yang mengamuk itu. Yesus berkuasa atas kekuatan-kekuatan alam. 

Doa :
Tuhan Yesus, aku percaya ditengah situasi seperti apapun Engkau selalu bersamaku. Aku menguatkan iman untuk menghadapi segala sesuatu dan meraih kemenangan. Aku percaya badai pasti berlalu. Amin

Tuhan Yesus Memberkati

Rabu, 26 Februari 2020

Melatih Diri Untuk Beribadah.

1 Timotius 4:8

"Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang."


Efek naik tangga beberapa tingkat berbeda bagi orang yang sering berolahraga dengan yang jarang atau tidak sama sekali. Bagi yang suka berolahraga, naik tangga beberapa lantai ke atas tidak akan terasa melelahkan. Mereka akan tetap terlihat normal alias biasa-biasa saja. Sedang yang jarang berolahraga tentu akan kehabisan nafas, terengah-engah, keringat dingin, sesak nafas dan menjadi sulit bicara. Pada suatu kali di sebuah kantor lift mendadak mati, sehingga saya bersama beberapa orang harus turun dari lantai 8 menuju ke dasar. Maka terlihat jelaslah orang yang sering berlatih kebugaran dengan yang tidak, terutama setelah mencapai lantai bawah. Usia tidak membawa pengaruh berarti, karena ada beberapa diantara mereka yang sudah cukup lanjut usia ternyata mampu 'mengalahkan' yang lebih muda dari segi kebugaran. 


Olahraga atau latihan jasmani yang dilakukan secara rutin akan mampu menjaga dan meningkatkan stamina kita. Tubuh akan menjadi lebih sehat, segar dan kuat, tidak gampang jatuh sakit, dan akan lebih mampu mengatasi tantangan berat seperti jalan yang curam menurun atau naik turun tangga. Jika latihan jasmani atau badani saja sudah memberikan perbedaan signifikan terhadap daya tahan dan kebugaran tubuh, ibadah adalah lebih penting lagi. Mengapa? Sebab disaat latihan jasmani terbatas gunanya, yaitu hanya untuk kehidupan kita di dunia ini, latihan ibadah akan membawa manfaat baik pada hidup kita saat ini maupun kehidupan yang akan datang. Itulah yang diingatkan pula oleh Paulus. Karenanya ia menyerukan pentingnya sebuah komitmen untuk melatih diri kita dalam beribadah. "Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." (1 Timotius 4:7b-8).


Orang yang berolahraga akan terus meningkatkan porsinya secara perlahan dalam sesi latihan yang rutin. Tidak akan ada orang yang akan langsung bisa menyelesaikan lari 10 km pada saat pertama kali berolah raga. Mungkin dimulai dari jalan beberapa kilometer, kemudian lari bertahap dibarengi jalan, dan pada saatnya mereka akan mampu mencapai 10 km dengan berlari tanpa merasa letih atau mengalami pegal dan sebagainya. AWalnya mungkin terasa malas, tetapi dengan terus mendisplinkan dan melatih diri maka lama-lama tubuh akan terbiasa untuk berolahraga, malah nanti terasa seperti ada yang kurang jika tidak melakukan itu pada waktu dimana biasanya kita melakukannya. Seperti halnya diri kita yang harus dilatih untuk memiliki kebiasaan berolah raga dan kemudian bisa terbiasa untuk itu, demikian pula dengan ibadah. Kita harus memiliki komitmen untuk melatih diri kita agar kita terbiasa dan rajin beribadah. Sebuah hidup yang diisi dengan kebiasaan beribadah yang teratur akan kuat menghadapi berbagai masalah dan tekanan yang mampir ke dalam hidup mereka. 


Orang yang dekat dengan Tuhan dan mempunyai iman yang teguh tidak akan gampang goyah ketika diterpa masalah.Tidak berhenti disitu, ibadah yang baik dan teratur juga menjanjikan sebuah keselamatan untuk hidup bersifat kekal yang akan menjadi fase berikutnya setelah kehidupan di dunia ini selesai. Maka jelaslah betapa pentingnya sebuah komitmen untuk terus melatih diri agar beribadah secara rutin dan teratur. Melatih diri untuk beribadah juga harus dipenuhi rasa cukup dengan ucapan syukur. Bersyukurlah atas berkat Tuhan, atas segala yang telah Dia bekali bagi kita dalam hidup. Paulus mengingatkan pula bahwa ibadah yang disertai rasa cukup, itu akan mendatangkan keuntungan besar. (1 Timotius 6:6).

Dalam Alkitab tertulis: "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." (Amsal 14:23). 


Dalam surat untuk jemaat Korintus dikatakan: "Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." (1 Korintus 15:58). Jerih payah yang kita lakukan akan selalu memberi keuntungan. Termasuk pula di dalamnya jerih payah kita membangun sebuah hubungan dengan Tuhan. Selanjutnya, Yesus pun mengajarkan kita agar tidak bersikap apatis. "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Matius 7:7). Meminta, mencari, mengetuk, itu adalah bagian dari usaha kita yang harus terus kita latih. "Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan." (ay 8). 


Lihatlah betapa besar keuntungan yang bisa didatangkan dari ketaatan kita untuk tekun beribadah dan melatih diri kita untuk tetap melakukannya dengan disiplin dan teratur. Beribadah tentu saja bukan hanya rajin ke Gereja, tapi juga melakukan saat teduh secara teratur, rajin membaca dan mendalami firman Tuhan, taat menuruti perintah Tuhan, terus mengasihi sesama seperti Yesus telah mengasihi kita dan bentuk-bentuk aplikasi langsung terhadap apa yang menjadi tugas kita seperti yang digariskan Tuhan di dunia ini, itu semua adalah ibadah yang berkenan di hadapan Tuhan. Jadikan ibadah menjadi sebuah gaya hidup, lalu tuai manfaatnya. Bukan saja sangat berguna bagi kekuatan dan ketahanan kita menghadapi masalah, namun juga akan mengarahkan kita kepada keselamatan yang kekal.

Rajin melatih diri untuk melakukan ibadah akan bermanfaat bagi hidup yang sekarang maupun yang akan datang. Amin Tuhan Yesus Memberkati Shalom..

Halaman Ini Mohon Dibagikan Ke Teman-teman Yang Lain, Terima Kasih Tuhan Yesus Memberkati Semua Shalom..
https://www.facebook.com/Soew4rno.Almasih?hc_location=timeline